Video Cagub Kotak-Kotak Mengoyak perasaan sebagian masyarakat!

jakartapintar.com – Cagub No. 2 DKI Jakarta, Pasangan Ahok & Djarot memang seorang News Maker Sejati. Pasangan Calon (paslon) yang identik dengan motif kotak-kotaknya itu terus mengundang kontroversi. Belum selesai kasus dugaan pelecehan agama yang kini masuk kedalam ranah pengadilan, telah muncul lagi video iklan kampanye yang dianggap provokatif dan dianggap melukai perasaan masyarakat.

Video Kampanye Ahok Jarot dianggap provokatif

Video diatas diambil langsung dari akun twitter milik Ahok (@basuki_btp), Video tersebut dibuka dengan adanya kerusuhan massa dan ada demo yang disinyalir adalah masyarakat yang menuduh beliau sebagai penista agama dan dikenal kerap melakukan demo menentang ahok hingga berjilid-jilid.

Ada beberapa adegan yang dianggap melukai sebagian golongan masyarakat:

1. Sekelompok Pemuda Berbusana Muslim diantara Demo Anarkis

Adanya kerusuhan yang latarnya di jakarta dan di antara kerusuhan tersebut ada sekolompok orang dengan pakaian muslim seperti baju koko dan peci yang dalam adegan tersebut berteriak-teriak dengan panas.

Sebagian masyarakat menganggap ini adalah penghinaan dan fitnah kepada golongannya, karena selama mereka demo berjilid-jilid tidak pernah sekalipun melakukan aksi anarkis. Salah satunya @selenakoe dalam akun twitternya berucap:

2. Spanduk Ganyang Cina

Adanya Spanduk dengan Tulisan “ganyang cina” juga dianggap provokatif. Sebagian masyarakat merasa tulisan dalam spanduk tersebut yang menjadi latar pemuda berbusana muslim berdemo cukup panas memunculkan kesan yang kuat bahwa pihak yang menentang Ahok hanyalah karena mereka anti cina.

3. Orang Tionghoa Pahlawan Olahraga

Setelah adegan masyarakat berbusana muslim yang berorasi dengan panas beserta mimik menyeramkan dan spanduk ‘Ganyang Cina’, muncullah sesosok pria tionghoa yang dalam adegan tersebut dicitrakan sebagai atlet yang merupakan pahlawan olahraga Indonesia.

Meski adegan ini tidak secara explisit menyinggung, namun seolah membandingkan kontribusi masyarakat berbusana muslim pada adegan sebelumnya yang demo dengan panas dengan pria tionghoa ini yang menjadi pahlawan negara di bidang olahraga.

Sebenarnya peletakkan adanya pemuda tionghoa itu sah-sah saja, toh masih sesama anak bangsa. Tapi runtutan mosaik video dari demo pemuda berbusana muslim berlatar spanduk ‘ganyang cina’ dengan adanya pahlawan olahraga dari tionghoa ini memberi kesan perbandingan yang bukan apel dengan apel diantara sesama anak bangsa. Yang satu dicitrakan negatif dan yang satu positif.

Kontroversi diantara Netizen

Layaknya sebuah kontroversi ada pihak yang Pro dan juga ada yang kontra, meski dianggap riskan untuk melukai golongan masyarakat ditengah kondisi politik yang memanas, ada juga pihak yang setuju dengan video kampanye tersebut, diantaranya:


Akun @jokoanwar berpendapat mereka yang tidak suka adalah yang menolak kenyataan.

Senada dengan Joko Anwar pada salah satu tweetnya, akun @syukronamin juga merasa mereka yang tidak suka adalah yang menolak fakta.

Netizen Mengecam

Selain pihak yang pro, ada juga pihak yang kontra, yang pada lini masa twitter bersatu menggunakan hastag atau tanda pagar #IklanAhokJahat diantara mereka ada:

AA Gym dalam tweet nya jelas membantah saat demo mereka tak pernah melecehkan SARA

Fahri Hamzah, Politikus PKS juga tak kalah geram, bahkan ia meyakini bahwa video ini tak lebih dari adu domba karena pihak yang membuat video ini akan kalah.

Ada baiknya berprilaku layaknya negarawan

Ditengah situasi politik yang memanas dan makin panas ini, ada baiknya seluruh elemen masyarakat menahan diri untuk tidak membuka konflik horizontal makin luas.

Politikus yang bertarung dalam ranah politik semisal pemilihan pemimpin ini juga sebaiknya berperilaku layaknya negarawan, tidak membuat situasi makin panas dan kacau.

Mari kita stop kampanye hitam dan kampanye pemecah belah bangsa berbentuk SARA, bukankah pemilihan pemimpin adalah pestanya rakyat untuk menentukan nasibnya 5 tahun mendatang?

Seperti kata bapak presiden Joko Widodo: Pilkada harus dilalui dengan kegembiraan berdemokrasi.

Salam Jakarta Damai,

Redaksi.

Faris Biladi

Faris Biladi

Warrior fights with their swords, Journalist fights with their words.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterLinkedInGoogle PlusYouTube

Comments

comments

Faris Biladi

Faris Biladi3 Posts

Warrior fights with their swords, Journalist fights with their words.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password