Peringati Kemerdekaan RI ke-71, Kenali Lebih Dekat Sang Proklamator Bung Hatta

Bung Hatta, tokoh proklamator, biografi

jakartapintar.com – Sepanjang hayatnya, Bung Hatta dikenal sebagai seorang pejuang dan pemimpin yang penuh integritas. Sang Dwi Tunggal Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia (bersama Bung Karno) itu lebih suka hidup dalam kesederhanaan demi mempertahankan prinsipnya yang tidak bersedia memanfaatkan jabatan serta harta negara untuk kepentingan pribadi. Padahal, jika saja ia mau, sebenarnya ia bisa mendapat segalanya dengan mudah.Kecintaan Bung Hatta kepada tanah airnya banyak menjadi buah bibir dan contoh teladan di masyarakat. Sikap santun, jujur dan hemat menjadi dasar perilaku yang pantas menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa saat ini.

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta terlahir dengan nama Muhammad Athar di kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.

Bung Hatta adalah seorang pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Selain itu ia juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bersama Bung karno, ia menjadi Dwi Tunggal dan ikut menandatangani Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Bung Hatta kemudian mundur dari Wakil Presiden pada tahun 1956 karena berselisih paham dengan Presiden Soekarno.

Pada tanggal 14 Maret 1980, Sang Proklamator menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia ke-78 tahun. Kepergiannya diiringi isak tangis jutaan rakyat Indonesia yang sangat mencintai sosok sederhananya. Melalui Keppres nomor 081/TK/1986 tanggal 23 Oktober 1986 Bung Hatta kemudian ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Biodata Bung Hatta

Nama : Dr. Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Lahir : Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Wafat : Jakarta, 14 Maret 1980
Istri : (Alm.) Rahmi Rachim
Anak : Meutia Farida, Gemala, Halida Nuriah
Gelar Pahlawan : Pahlawan Proklamator RI tahun 1986

Riwayat Pendidikan

  • Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
  • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
  • Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
  • Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)

Karir

  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
  • Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
  • Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
  • Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
  • Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
  • Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
  • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
  • Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
  • Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 – Desember 1949)
  • Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
  • Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 – Agustus 1950)
  • Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
  • Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
  • Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
  • Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)

Semoga dengan bertambahnya usia kemerdekaan Republik Indonesia ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya generasi penerus bangsa seperti tokoh Bung Hatta. Mari kita tiru sifat dan sikap positif yang telah dicontohkan Bung Hatta untuk kesejahteraan Indonesia tercinta ini.

 

(Ratih Pratisti)

Ratih Pratisti

Ratih Pratisti

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedIn

Comments

comments

Ratih Pratisti

Ratih Pratisti84 Posts

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password