Mana Hasil Kinerja DPR ?

dpr ri

jakartapintar.com – Sudah lebih dari setahun DPR bekerja untuk rakyat dan tanah air. Namun masih banyak PR yang belum terselesaikan dari target awal DPR bekerja. Formappi (Forum Masyarakat peduli Parlemen) menilai kinerja DPR selama setahun pertama ini merupakan yang terburuk dari sepanjang sejarah DPR bekerja pasca reformasi.

Beberapa hal yang dilihat peneliti Formappi dari beberapa fungsi DPR yang tidak menghasilkan prestasi yang baik diantaranya fungsi anggaran, fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi etika. Abdul Sahid, salah satu peneliti dari Formappi mengatakan Selama satu tahun DPR bekerja saja, ketua DPR nya sudah melakukan pelanggaran etik soal ‘papa minta saham’ yang membuat ramai.

Menurut Abdul, hal yang membuat DPR seperti menghianati rakyat asalah penyerapan anggaran yang tidak jelas oleh DPR. Tahun 2015 ini, dana APBNP untuk DPR sebanyak Rp 5 Triliyun. “Mungkin mereka belum siap menerima anggaran Rp 5 Triliyun, jadinya semua hal dikerjakan, perbaikan toilet lah, apa lah, yang terpenting anggaran habis.” Sambungnya.

Selain dari fungsi anggaran, Abdul juga membaca kinerja DPR dari fungsi legislasi. Kinerja DPR dari fungsi legislasi hanya 7,5%, hasil yang sangat memprihatinkan. Kinerja 7,5% dilihat dari 40 RUU prioritas tahun 2015 hanya membuahkan 3 RUU, itu saja dua diantara tiga merupakan basis dari peraturan pemerintahan pengganti UU (perppu) yaitu Pilkada dan Pemda. Untuk itu hanya satu yang murni hasil DPR yaitu UU Penjaminan.

Selain Abdul, Lucius Karus peneliti dari Formappi juga mengkritik DPR Karen hanya sibuk membahas rencana Prolegnas saja, sedangkan praktisnya kurang. Dan lagi, pada bulan juli lalu, DPr justru menambah tiga pembahasan yang akan diikutkan ke Prolegnas 2015. “ ditambah tiga pembahasan, jadi total 39 RUU untuk Prolegnas 2015.” Tutur Lucius

Kemudian untuk fungsi pengawasan ada empat issue yang direncanakan, yaitu seleksi capim KPK, komisioner KY, pembentukan Panja Kebakaran hutan dan lahan serta Pembentukan Pansus Pelindo II. Namun tidak ada kelanjutan yang jelas, tutur Lucius.

Untuk fungsi etika sendiri masih belum ada hasil yang memuaskan, bahkan saat ini DPR khususnya MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) masih mempunyai 17 perkara mengenai pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh para anggota DPR yang belum terselesaikan. Formappi merasa pesimis kalau persoalan tersebut dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini.(Linda)

Linda Mustika Ranny

Linda Mustika Ranny

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

More Posts - Website

Comments

comments

Linda Mustika Ranny

Linda Mustika Ranny49 Posts

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password