Jika NasDem Tulus Dukung Ahok, Lalu Bagaimana Dengan PDIP ?

Jika NasDem Tulus Dukung Ahok, Lalu Bagaimana Dengan PDIP ?

jakartapintar.com – Basuki Tjahaja Purnama atau sering dipanggil Ahok kini sedang dilema terkait dengan dukungan parpol dalam Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017 mendatang. Ahok menginginkan Parpol yang akan bisa bersikap seperti NasDem, tulus dan tidak menuntut apa-apa.

Masalah mengenai dukungan dari partai politik ini terus membayang-bayangi Ahok terkait dengan niat PDIP untuk mendukungnya. Menurut Ahok, PDIP tidak hanya sebatas mendukung, akan tetapi juga ingin membawa dan membelokkannya dari yang awalnya mengambil jalur independen menjadi jalur parpol.

Ahok sendiri sebenarnya ingin mengiyakan, tetapi Ia merasa terikat dengan “Teman Ahok” yaitu komunitas pendukung yang menginginkan dan mendukungnya maju melalui jalur independen. Teman Ahok kini sudah bekerja selama 9 bulan untuk mengumpulkan sekitar 750 ribu KTP dukungan. Jumlah KTP penduduk tersebut sudah melebihi syarat wajib untuk maju secara independen, yaitu 525 ribu KTP.

Walaupun syarat tersebut sudah terpenuhi, tetapi Ahok masih membuka peluang masuknya dukungan dari Parpol. Tetapi, Ahok ngin Parpol mendukungnya dengan tulus dan tidak menuntutnya untuk pindah jalur apalagi menuntutnya jadi kader.

“Enggak mungkin (Gerindra mendukung). Sekarang kan yang ada partai kalau Teman Ahok dukung gimana? Seperti NasDem saja kan mereka beri kebebasan pada saya mau didukung boleh, mau usung boleh,” ujar Ahok Selasa (1/3/2016) kemarin.

NasDem memang menyatakan bahwa pihak mereka dengan tulus memberikan dukungan kepada Ahok tanpa adanya tuntutan, dan Ia juga diberikan kebebasan dalam memilih jalur. Apalagi NasDem hanya punya 6 kursi di DPRD DKI, kurang dari 16 kursi untuk mengusung calon gubernur.

“Apakah melalui partai politik atau lewat jalur independen, kita tetap akan berada di belakang Ahok untuk mendukung. Seluruh perangkat kita gerakkan untuk memberinya dukungan,” kata Bestari Barus, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI,Minggu (28/2/2016).

Dari sisi lain, PDIP menginginkan Ahok untuk pindah dari jalur independen. Prasetio selaku ketua DPRD DKI yang juga Politikus PDIP meminta Ahok untuk mengikuti peraturan partainya jika ingin diusung. “Ya (daftar ke partai), semuanya harus ikut mekanisme. Semua seperti itu,” kata Prasetio, Minggu (28/2/2016).

Akibat tawaran dari PDIP, dan permintaan dari PDIP untuk pindah jalur, dilema pun melanda Ahok. Ahok tak ingin menyakiti komunitas pendukungnya yang sudah berjuang demi terpilihnya Ahok dalam Pilgub DKI 2017 mendatang.

(Nani Maryani)

Nani Maryani

Nani Maryani

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

More Posts - Website

Follow Me:
Facebook

Comments

comments

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password