Monday, 20 August 2018

Si ‘Anak Singkong’ Yang Kini Sukses

jakartapintar.com – Jika kita mendengar ‘Anak Singkong’ yang terlintas pertama kali dalam pikiran adalah sebuah buku yang menggambarkan tentang perjalanan hidup Chairul Tanjung. Kata Anak Singkong bukan hanya sekedar judul buku semata, melainkan sebuah julukan yang sudah melekat pada diri Chairul Tanjung sejak masih kecil. Julukan ini diberikan karena Chairul merupakan anak kampong. Tetapi siapa sangka yang dulunya anak kampong sekarang bisa manjadi pebisnis yang sukses.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 53 tahun silam, tepatnya pada tanggal 16 Juni tahun 1962. Awal kariernya pria berusia 53 tahun ini adalah pendiri sekaligus pemimpin CT Corp yang sebelumnya bernama Para Group. Pengusaha sukses ini lahir dari rahim seorang ibu bernama Halimah yang berdarah Sunda berasal dari Cibadak, Sukabumi. Sedangkan ayahnya bernama A.G. Tanjung berdarah Batak dari Tapanuli Tengah.

Melihat kesuksesan Chairul Tanjung saat ini, rasanya tidak percaya bahwa dulu beliau pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Sebenarnya Chairul Tanjung lahir dari keluarga yang cukup berada namun sederhana. Ayahnya adalah seorang wartawan pada era orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Keluarga Chairul Tanjung diuji ketika usaha ayahnya dipaksa untuk tutup di masa orde baru karena secara politik berseberangan dengan penguasa saat itu. Keadaan ini membuat keluarga Chairul Tanjung terpaksa harus menjual rumah dan pindah ke kamar losmen yang sempit.

Walaupun mengalami kesulitan dalam finansial, Chairul Tanjung tetap menempuh pendidikanya hingga kuliah. Orang tuanya bekerja keras untuk membiayai kuliah Chairul Tanjung yang saat itu berkuliah di jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Berbeda dengan teman mahasiswa lainya yang hanya focus belajar, pada masa kuliah Chairul Tanjung mulai usaha kecil-kecilan untuk membantu orang tuanya membiayai kuliahnya.

Usaha kecil-kecilan yang dirintis Chairul Tanjung mulai dari menjula buku dan kaos hingga membuka bisnis dalam didang kontraktor menjadi bekal kesuksesannya saat ini. berhasil juga bangkrut sudah pernah dialaminya. Hingga akhirnya pada tahun 1987 Chairul Tanjung menyelesaikan kuliahnya, kemudian beliau mendirikan sebuah perusahaan bersama ketiga temannya, mendirikan PT Pariarti Shindutama.

Beberapa tahun kemudian, Chairul Tanjung memilih untuk mendirikan perusahaan baru. Dengan kemampuanya membuat jaringan bisnis, akhirnya beliau mendirikan sebuah perusahaan konglomerasi yang kemudian diberi nama sebagai Para Group. Para Group memiliki father holding company yang berjalan di bidang keuangan, media dan investasi serta di bidang property.

Kesuksesan Chairul Tanjung saat ini di ukur dari kerajaan bisnis yang di bangun olehnya, berbekal dari kegigihan dan kerja keras yang sekarang menghasilkan kesukesan. Diharapkan kisah si anak Singkong ini mampu menginspirasi orang-orang yang membacanya.

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *