Thursday, 20 September 2018

Biografi Nachrowi Ramli, Dari TNI Hingga Terjun ke Politik

jakartapintar.com – Nachrowi Ramli atau yang akrab disapa Bang Nara ini lahir di Jakarta tanggal 12 Juli 1951. Ayahnya, Ramli bin Miun, adalah seorang anggota Laskar Rakyat yang beralih profesi menjadi pegawai Percetakan Negara yang akhirnya memiliki usaha percetakan sendiri. Ayah Nara meninggal ketika ia berada di bangku kelas 2 SMP. Sejak 7 Juli 1965 itu Nara menjadi anak yatim. Minatnya pada dunia politik terlihat sejak kecil, yaitu dengan bergabungnya Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) Rakarsa, rayon Kramat Salemba dan ikut berdemo.

Setelah lulus dari SMP Muhammadiyah 3, Nara masuk di SMA Muhammadiyah 1, Jakarta Pusat. Kemudian ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) akibat rasa cintanya terhadap TNI. Ia pun dinyatakan lolos seleksi Akabri dari tingkat daerah, pusat, hingga ke Magelang tahun 1969.

Tahun 1973 Nara diwisuda bersama taruna lainnya, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, setelah menjalani masa latihan selama 4 tahun di Lembah Tidar. Kemudian ia mengikuti kursus kecabangan teknik elektro di Pusat Pendidikan Perhubungan TNI AD di Cimahi, Jabar, selama enam bulan. Nara menunjukkan perkembangan yang menakjubkan selama kursus, terutama pada ilmu sandi hingga akhirnya ia ditunjuk untuk mengikuti pendidikan di Akademi Sandi Negara pada tahun 1978. Setelah dua tahun, Nara dinyatakan lulus sebagai salah satu siswa terbaik dengan menyandang gelar Ahli Sandi Tingkat III.

Tahun 1984, Nara ditunjuk mengikuti persiapan penugasan ke luar negeri. Ia ditarik ke Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan selanjutnya diperbantukan ke Departemen Luar Negeri. Selain mempelajari teknik berperang, ia juga mempelajari tata cara pergaulan dunia diplomat.

Awal Agustus 1986, Nara ditempatkan sebagai Atase Administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir. Tugas pertama yang dibebankan padanya adalah mengamankan perjalanan istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma yang berkunjung ke Kairo dan sekitarnya. Sepekan kemudian Nara ditugaskan ke Harare, Zimbabwe, untuk membantu kelancaran misi delegasi Indonesia dalam KTT Non Blok ke-VIII.

Pada tahun 2002, Nara ditunjuk untuk menggantikan Laksamana Muda B.O. Hutagalung untuk menjadi Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Salah satu kebiajakan yang dibuatnya adalah dengan menerbitkan Sistem Persandian Nasional (SISDINA) pada bulan April 2004. Selama 34 tahun mengabdi sebagai perwira TNI, Nara sudah membuktikan bahwa ia mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya dengan hasil yang membanggakan.

Nara kemudian mulai masuk ke dunia politik dengan bergabung sebagai anggota Partai Demokrat. Hingga akhirnya pada tanggal 4 November 2010, Nara terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Dalam pemilihan kepala daerah tahun 2012, Nara maju mencalonkan dirinya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Fauzi Bowo.

Berikut biografi Nachrowi Ramli:

Riwayat Pendidikan

  • SMP Muhammadiyah 3, Jakarta Pusat
  • SMA Muhammadiyah 1, Jakarta Pusat
  • Akademi Militer (Akmil)

Riwayat Pekerjaan

  • Perwira intelijen di lingkungan TNI AD (1974 – 1986)
  • Atase KBRI Mesir (1986 – 1992)
  • Deputi II Lembaga Sandi Negara RI (1995)
  • Deputi Bidang Pamsan & Komlek Lembaga Sandi Negara RI (1998)
  • Deputi Bidang Keamanan Lembaga Sandi Negara RI (1999)
  • Sekretaris Lembaga Sandi Negara RI (2001)
  • Kepala Lembaga Sandi Negara RI (2002 – 2008)

Penghargaan

  • Satyalencana Kesetiaan 8 th. Mabes Abri 1985
  • Satyalencana Kesetiaan 16 th. Mabes Abri 1998
  • Satyalencana Kesetiaan 24 th. Mabes Abri 1992
  • Satyalencana Dwidya Sistha Mabes Abri 1997
  • Satyalencana Dharma Nusa Mabes Abri 1998
  • Penghargaan Persandian 20 th. Lemsaneg RI 1999
  • Penghargaan Persandian 30 th. Lemsaneg RI 2003
  • Bintang Kartika Eka Pakçi Nararya Presiden RI 2005
  • Bintang Yudha Dharma Nararya Presiden RI 2006
  • Bintang Kartika Eka Pakçi Pratama Presiden RI 2006
  • Bintang Yudha Dharma Pratama Presiden RI 2008
  • Bintang Jasa Utama Presiden RI 2008

Banyak bukan penghargaan yang diperoleh Nachrowi Ramli? Semoga kisahnya menginspirasi Anda.

 

(Ratih Pratisti)

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *