Thursday, 20 September 2018

Setahun Kepemimpinan Jokowi-JK, Kinerja Politik dan Hukum Dinilai Membaik?

jakartapintar.com – Tepat setahun Jokowi-JK memerintah, banyak masyarakat memberikan pendapat mengenai kinerja yang telah dilakukan pemerintah. Dalam bidang politik dan hukum, nilai positif diraih Jokowi-JK. M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer, menilai kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam bidang politik dan hukum semakin membaik dalam satu tahun pemerintahannya. Ia berpendapat Jokowi-JK telah mampu melakukan konsolidasi politik dan hukum.

Menurut Qodari, dalam bidang politik, pada masa pemerintahan Jokowi-JK telah meraih beberap aspek, yaitu semakin menguat posisi tawar, hubungan dengan elit makin luas dan semakin menguatnya dukungan politik dengan adanya dukungan politik PAN. Dalam bidang hukum, Qodari menegaskan relatif telah ada kemajuan. Presiden Jokowi yang tegas dan konsisten pada hukuman mati menjadi nilai positif. Meskipun banyak pihak yang menilai Jokowi-JK tidak tegas dalam penegakan hukum khusus soal memperkuat KPK.

Qodari menambahkan bahwa hal yang perlu dibenahi oleh Jokowi-JK dalam bidang hukum ke depannya adalah memperkuat KPK dan memperbaiki internal Kepolisian dan Kejaksaan. Qodari berharap konsolidasi yang dalam pollitk dan hukum bisa membuat bangsa Indonesia mengatasi persoalan ekonomi. Pasalnya, pekerjaan rumah terbesar Jokowi-JK adalah persoalan ekonomi.

Pada September 2015 lalu telah dilakukan survei oleh Indo Barometer terkait “Keberhasilan dan Kegagalan Setahun Pemerintahan Jokowi-JK”. Hasil yang didapat yaitu keberhasilan Jokowi-JK menurut publik adalah pemberian Kartu Indonesia Sehat (15,5%), pemberantasan KKN (6,6%), pemberian Kartu Indonesia Pintar (5,1%), pembangunan infrastruktur (4,5%), hukuman mati terhadap pengedar narkoba (3,4%) dan menggalakkan pemberantasan narkoba (3,3%) dan yang tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 38,1 %. Adapun kegagalan pemerintahan Jokowi-JK menurut publik adalah harga kebutuhan pokok mahal (17,3%), tidak mampu mengatasi masalah ekonomi (13,3%), melemahnya nilai tukar Rupiah (7,4%), meningkatnya harga BBM (4,3%) dan program visi dan misi belum terbukti (4,1%).

 

 

(Ratih Pratisti)

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *