Wednesday, 12 December 2018

Rupiah Tak Berdaya, Inilah Faktor dan Dampaknya.

jakartapintar.com –Krisis ekonomi sedang melanda di beberapa Negara, Indonesia salah satunya. Merosostnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika benar-benar mempengaruhi ekonomi Indonesia saat ini. Mampu menembus angka 14.000 nilai tukar rupiah terhadap dollar bagikan kabar buruk untuk semua warga Indonesia baik produsen maupun konsumen.

Beberapa faktor baik eksternal maupun internal digadang-gadang pengaruhi lemahnya rupiah saat ini. Isu naiknya suku bunga The Fed Amerika Serikat dan membaiknya ekonomi Amerika Serikat dianggap mempengaruhi lemahnya rupiah. Factor eksternal lainnya adalah penggunaan dolar yang meningkat oleh mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri, baik liburan ataupun bisnis.

Selain faktor eksternal, terdapat pula faktor internal dari dalam negeri yang pengaruhi melemahnya rupiah. Impor barang yang kelewat banyak sehingga membuat barang-barang impor tersebut menguasai pasar di Indonesia menjadi faktor utama internal lemahnya rupiah. Hal ini semakin di perburuk dengan rendahnya ekspor Indonesia ke luar negeri.

Kemudian, banyaknya perusahan-perusahan dalam negeri yang melakukan transaksi menggunakan dolar membuat permintaan dolar semakin naik dan laris manis. Akibatnya kurs beli dolar meningkat, sedangkan kurs jual rupiahakan menurun. Berikut tadi adalah faktor-faktor yang membuat terpuruknya rupiah.

Lalu bagaimana dengan dampaknya ? tentu saja dampaknya membuat hati semua warga Indonesia ketir-ketir. Semuanya kuwatir, baik produsen maupun konsumen mendapatkan dampaknya. Selain itu, dampaknya juga mempengaruhi beberapa aspek di kehidupan bahkan menghambatnya.

Jika rupiah terus melemah, disebutkan beberapa produsen dari barang-barang impor seperti elektronik, tekstil dan
otomotif akan mengalami kerugian. Selain itu, lemahnya rupiah juga mempengaruhi daya beli masyarakat, naiknya harga barang-barang sembako karena krisis yang terjadi sedangkan gaji tidak naik tentu saja menurunkan minat belanja masyarakat. Ditambah lagi akan adanya PHK pada beberapa industry yang mengandalkan bahan impor akan semakin memperburuk daya beli masyarakat. Hal ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki nilai rupiah. Diharapkan krisis ekonomi akan segera membaik. Namun alangkah baiknya jika masyarakat tidak hanya berharap tetapi juga ikut membantu memperbaik ekonomi Indonesia dengan cara meningkatkan produk dalam negeri supaya mampu mengurangi impor dari luar negeri. (Linda

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *