Tuesday, 13 November 2018

Terima Kasih dan Selamat Jalan Pak Raden

jakartapintar.com – Siapa sih yang tidak kenal Pak Raden dengan ciri khas beskap hitam, kumis tebal dan blangkonnya yang unik ? Pria dengan nama asli Drs. Suyadi ini lahir di Puger, Jember 28 November 1932. Ia dikenal sebagai pendongeng sejati dan pernah terlibat secara langsung dalam serial Si Unyil pada tahun 1980-1991. Pak Raden merupakan anak ketujuh dari Sembilan bersaudara ini merupakan legenda dunia dongeng yang dari tangannyalah karakter boneka Si Unyil bisa dikenal dan dinikmati hingga sekarang. Pada zamannya serial Si Unyil pernah mengalami masa kejayaan karena sudah mengeluarkan 603 seri film boneka yang menjadi teman masa kanak-kanak di seluruh Nusantara setiap hari minggu pagi.

Pak Raden merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa ITB Bandung yang kemudian melanjutkan studi untuk mempelajari animasi di Prancis. Dari kanak-kanak Suyadi memang dikenal sebagai anak yang kreatif, saat Ia mahasiswa pun Ia sudah menghasilkan sejumlah karya seperti buku cerita anak bergambar dan film pendek animasi. “Kalau jarum jam diputar kembali, saya ingin tetap menjadi Suyadi. Tapi pinginnya Suyadi dengan karya yang lebih baik, Suyadi yang bisa lebih banyak berbuat untuk dunia anak-anak, Suyadi yang punya kondisi keuangan yang lebih baik…” katanya dulu.

Suyadi atau Pak Raden sudah begitu banyak menghasilkan karya yang indah dan menarik. Berikut merupakan perjalanan dan proses kreatifnya sebagai seorang seniman.
1. Ia merupakan kreator film boneka Si Unyil
2. Seniman lukis yang menghasilkan puluhan lukisan bergaya naratif-figuratif
3. Seorang penulis buku sekaligus ilustratornya
4. Pendongeng dengan gaya khas bonekanya dan menggambar
5. Seniman Jawa yang mempunyai bakat pada seni tari, karawitan, gamelan, dan menjadi seorang dalang
6. Tokoh yang sangat berpengaruh terhadap sejarah perkembangan awal animasi Indonesia
7. Pengajar, baik sebagai pengajar seni akademik di seni ilustrasi di ITB Bandung, pengajar khusus animasi di IKJ Jakarta dan sebagai pembicara pada workshop dongeng dan animasi pada event-event khusus

Pak Raden merupkan orang yang sangat menginspirasi dan dedikasinya terhadap budaya Indonesia sudah tidak diragukan lagi, terutama dalam hal kebudayaan Jawa. Berdasarkan kehidupannya dahulu, seluruh hidup Pak Raden didedikasikan untuk anak-anak dengan mencurahkan hasil kreasinya melalui dongeng, buku, serta lukisan untuk anak-anak Indonesia. Akan tetapi, Jumat malam (30/10/2015) kemarin, dunia animasi Indonesia harus kehilangan orang yang sangat berpengaruh ini. Terimakasih dan selamat jalan Pak Raden. (Nani Maryani)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *