Friday, 25 May 2018

Awas! Jembatan Penyeberangan di Jakarta Ini Rawan Aksi Kriminal dan Pelecehan

jakartapintar.com – Ketika kita melewati beberapa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jakarta, akan kita temui tidak sedikit JPO yang tampak sepi dan tidak terawat. Bahkan beberapa diantaranya rawan dengan tindak kejahatan. Tentu saja masyarakat yang melewatinya akan menjadi target utama para pelaku kejahatan, terlebih bagi kaum perempuan.

Begitu banyaknya tindak kejahatan yang terjadi di JPO di beberapa daerah di Jakarta. Aksis kejahatan ini rata-rata dilakukan pelaku terhadap kaum perempuan yang sedang melewati JPO seorang diri dan dengan lingkungan JPO yang sepi. Berikut JPO yang kerap kali menjadi lokasi aksi kriminal para pelaku.

Jembatan Penyeberangan Orang Lebak Bulus, Jaksel

Akhir-akhir ini dikabarkan terjadi pelecehan yang dialami seorang karyawati berusia 23 tahun saat melintas di JPO di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia menjadi korban pemerkosaan dan harta bendanya pun turut diambil, yaitu berupa iPhone 5 dan uang Rp 200 ribu. Korban baru saja pulang dari balai diklat di salah satu kementrian. Sepinya lingkungan sekitar membuat korban tak mampu berteriak. Setelah selesai dengan aksinya, pelaku kabur dan korban menangis hingga kemudian diantar sejumlah orang yang datang belakangan menolong melapor ke Polres Jaksel. Hingga saat ini polisi masih memburu pelaku tersebut dan akan menjeratnya dengan pidana pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan yang ancamannya di atas 5 tahun penjara.

Jembatan Penyeberangan Orang TransJ Jatipadang

Tidak hanya di kawasan JPO Lebak Bulus, aksi serupa juga pernah terjadi di JPO TransJ Jatipadang. Mahasiswa dengan inisial AA memeluk seorang karyawati dari belakang dan melakukan pelecehan. Teriakan korban akhirnya membuat pelaku yang mencoba melarikan diri ini dapat ditangkap. Pelaku sebelumnya sudah mengikuti korban sejak dari TransJ, ia mengaku bahwa korban adalah wanita cantik dan terbersit dipikirannya untuk melakukan tindak kejahatan tersebut. AA akhirnya dilepas setelah dilakukan pemeriksaan 1×24 jam. Namun proses hukum akan tetap berjalan.

Menurut Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Doddy Ferdinand Sanjaya di Polsek Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (1/8/2015), beliau menjelaskan, “Kita proses hukum sesuai dengan ketentuan hukum. Kalau proses ancaman pasal 281 KUHO di bawah 5 tahun dan bukan ada pengecualian.” Doddy juga menghimbau pada masyarakat yang hendak melintas, terutama kaum perempuan, agar berpenampilan tidak terlalu mencolok dan diwaspadai apabila berhenti di tempat-tempat sepi atau jarang ada orang. Jika ingin melintasi daerah tertentu yang sepi dan rawan cobalah untuk menunggu kawan dan berjalan secara rombongan.

Jembatan Penyeberangan Orang di depan Gedung DPR/MPR

Masih sama seperti kasus di dua JPO, seorang karyawati swasta harus kehilangan uang sekaligus menjadi korban pelecehan seksual. Hal ini dialami perempuan dengan inisial AA di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di depan Gedung DPR/MPR. Aksi kejahatan berupa perampokan yang disertai pelecehan seksual tersebut terjadai pada Sabtu (1/3/2015) sekitar pukul 08.00 WIB. “Saat berjalan, ada seorang laki-laki duduk di jembatan tersebut kemudian korban yang seorang diri dihampiri,” kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Kus Subiantoro kepada wartawan, Minggu (2/3/2014).

Kus mengatakan, saat itu kondisi JPO Gedung DPR memang sepi. Pria tak dikenal tersebut kemudian menghampiri AA yang mengenakan rok mini. Dijelaskan Kus bahwa pelaku minta uang kepada korban dengan cara tangan pelaku menekan dada korban. Karena takut, perempuanini pun menyerahkan uang sebesar Rp 1,2 juta rupiah. Pelaku kemudian melarikan diri. AA lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Metro Tanah Abang. Dan pihak kepolisian tengah mencari pelaku yang kabur tersebut.

Akhirnya pada (1/3/2015) Polsek Tanah Abang berhasil menangkap pelaku pemerasan dan pelecehan di JPO yang dialami oleh AA. Pelaku tersebut bernama Ifan Taufik (27) alias Ivan. Ivan yang diketahui seorang residivis itu berasal dari Wamena, Papua. Ivan kerap melakukan aksinya seorang diri. Dari catatan kepolisian, pelaku sudah melakukan kejahatan serupa lebih dari 10 kali.

Mengingat banyaknya tindak kejahatan yang akan terjadi di sekeliling kita, kiranya perlulah peningkatan kewaspadaan diri terhadap lingkungan sekitar, utamanya bagi para perempuan. Hindarilah JPO yang sepi dan rawan aksi kriminal serta pelecehan seksual. Ajaklah teman secara menggerombol untuk melewatinya agar diri terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

(Ratih Pratisti)

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *