Monday, 20 August 2018

Potensi Konflik di Pilkada Serentak 9 Desember

jakartapintar.com – Pelaksanaan Pilkada serentak di Indonesia tinggal menghitung hari. Namun beberapa masalah justru muncul. Salah satunya dari pihak calon kepala daerah yang bermasalah. Hal ini membuat bagaimana kinerja KPU dipertanyakan. Titi Anggraini, Executive director Perludem,  mengatakan bahwa masih banyak masalah para paslon, ini membuat pertanyaan mengenai ketelitian KPU dan integritas KPU.

Menanggapi komentar Titi, Arief Budiman selaku Komisioner KPU, mengatakan bahwa belum diberikanya laporan yang terkait para paslon yang dikatakan pantas dicopot dari pilkada oleh pihak KPU provinsi. “ KPU provinsi belum beri laporan ke KPU kota, setelah dilihat ternyata benar, baru nanti akan kita langsung eksekusi.” ujar Arief.

Selain masalah diatas, Pilkada Serentak tanggal 9 Desember nanti akan mudah menimbulkan konflik diberbagai daerah pemilihan di Indonesia. Berdasarkan SNPK atau Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan Indonesia pada pilkada tahun 2005-2014 terjadi sebanyak 252 wilayah dari total 310 daerah pemilihan yang sekurang kurangnya pernah terjadii satu insiden saat pelaksanaan Pilkada.

Sopar Peranto selakau Peneliti SNPK mengatakan bahwa banyak faktor yang dapat memicu terjadinya konflik pada Pilkada serentak mendatang, contohnya konflik antar elite, yaitu adanya upaya penjegalan calon yang dianggap berpotensi menang atau dikatakan populer dikalangan masyarakat. Misalnya saja konflik penjegalan yang terjadi pada pasangan calon kalteng yang belum lama terjadi, tambahnya.

Selain faktor dari pihak calon, ada faktor kelembagaan juga, yaitu masih lemahnya peran aparat serta netralitas penyelenggara yang cukup di ragukan, tuturnya.  Beragam isu kecurangan juga sebagai salah satu faktor yang berpotensi memicu kekerasan pada pilkada serentak. Seperti isu politik uang atau kecuranagn dalam rekapitulasi suara ditingkat TPS hingga kecamatan.

Sopar menambahkan lagi, untuk faktor lainya yaitu masih adanya konteks yang kuat, kontek fanatisme antara  massa pendukung dengan calon, nantinya ini akan menimbulkan gesekan jika terdapat kecurangan. Bahkandi Poso sudah tercium adanya konflik soal SARA pada calon dan massa pendukungnya, tutur Sopar.

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *