Tuesday, 13 November 2018

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tanpa Masinis

jakartapintar.com – Proyek besar pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bakal segera terrealisaikan. Megaproyek ini rencananya akan dimulai pada April 2016. Direktur Utama Kereta Api Cepat Indonesia-China, Hanggoro mengatakan kereta cepat ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Jakarta dan Bandung. Hanggoro sangat meminta dukungan pemerintah untuk Provinsi Jawa Barat guna melancarkan pembangunan megaproyek kereta cepat ini.
Saat ini perizinan mengenai megaproyek ini sedang diproses di Kemetriana Lingkungan Hidup, kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta dan juga Pemprov Jawa Barat, tutur Hanggoro. Beberapa persiapan untuk megaproyek kereta cepat ini sudah dimulai, dilansir untuk tanah sudah siap 40 persen lebih.
Hanggoro juga mengaku, bahwa saat ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan PT Jasa Marga untuk pembicaraan track kereta, karena akan sejajar dengan tol. Dilansir rute untuk kereta cepat Jakarta-Bandung akan melewati, Halim Perdanakusumah, Kota baru Walini, Padalarang dan Gede Bage. Anggaran yang dikeluarkan untuk membangun kereta cepat ini diperkirakan mencapai USD 5,5 miliar atau setara Rp 70 triliun.
Anggaran yang besar sejalan dengan bagaimana teknologi yang akan di gunakan untuk megaproyek ini. Kereta Cepat (high speed railways/HSR) yang mampu melaju hingga 250 Km ini konon tidak akan mengunakan masinis, artina full teknologi yang akan mengendalikan kereta cepat ini.
Hanggoro juga menambahkan bahwa kereta cepat ini menggunkan safety index level IV, sebenarnya secara psikologis masih ada masinis tapi hanya bertugas mengawasi track, untuk pengendalian dilakukan oleh teknologi. Track kereta api cepat ini akan memanfaatkan pinggiran tol Cipularang. Kereta cepat ini akan menggunakan pengamanan maksimal.
Belajar dari pengalaman kereta cepat di China yang pernah mengalami kecelakaan, untuk Indonesia akan ada sedikit sistem yang diubah. Hanggoro juga mengatakan bahwa biaya proyek ini berasal 75 % dari China Development Bank, kemudian untuk 25 % dari 4 konsorsium itu. Projek ini berskema business to business. BUMN tidak boleh dan tidak ada jaminan negara

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *