Wednesday, 23 May 2018

Dermaga Marunda sebagai Jalur Utara Jakarta Anti Macet akan Segera Terealisasikan

jakartapintar.com – Sempat tertunda tahun 2014 silam akibat terkendala masalah teknis, PT Kawasan Berikat Nusantara (persero) kembali menginginkan pembangunan pelabuhan di sekitar kawasan Marunda, Jakarta Utara. Pelabuhan ini nantinya akan melayani Short Sea Shipping (SSS) yang mengangkut barang dengan rute pulang-pergi Jakarta – Surabaya – Jakarta dan Jakarta – Semarang – Jakarta.

M Sattar Taba selaku Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (persero) mengatakan harapanya bahawa kendala teknis pembangunan 2014 bisa selesai akhir tahun ini. Jadi, akhir tahun 2015 ini bisa langsung groundbreaking. Dia menambahkan bahwa pembangunan dermaga ini akan memakan waktu sekitar satu tahun setengah dan di perkirakan memakan dana sebesar Rp 2,2 triliun. Bila tidak ada kendala lagi, pembangunan dermaga ini akan rampung pada tahun 2017.

Menurut sattar, yang melatarbelakangi pembangunan dermaga ini adalah untuk menciptkan alternatif lain bagi pengusaha, karena pelabuhan Tanjung Periok sudah overload, tidak mampu menampung kegiatan bongkar muat barang lagi. Setelah selesai pembangunan nanti, truk-truk container diwajibakan menggunkan sarana ini dan tidak di perbolehkan melewati lagi jalur Pantura.

Pembangunan dermaga ini selain sebagai dermaga satelit yang berlokasi di Jakarta, juga bertujuan semata-mata untuk mengurangi kemacetan di jalur Pantura. Lanjut Sattar, dermaga Marunda ini nantinya memiliki luas sekitar 1300 meter, yang akan di lengkapi crene dan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar gas.

Akan dilakukan pengerukan yang lebih dalam yaitu delapan sampai Sembilan meter, supaya dermaga ini ini juga bisa disinggahi oleh kapal-kapal berkapasitas besar, lanjut Sattar. Adapun fasilitas pendukung dan memadai dalam dermaga ini yaitu fasilitas air, listrik,kebersihan lingkungan, akses jalan, telekomunikasi dan yang lainya akan mampu memberikan kenyamanan pada para investor.

Adapun keuntungan bagi mereka yang melewati dermaga Marunda yaitu pemangkasan biaya 30 hingga 40 % lebih murah melalu jalur laut ketimbang melalui jalur darat. Jalur darat memang memiliki biaya pemeliharaan yang cukup tinggi, di banding dengan biaya pemeliharaan jalur laut, untuk itu di bangunlah dermaga Marunda ini. Selain itu juga jalur laut mempunyai minim resiko, seperti resiko terjebak kemacetan dan kecelakaan, bahkan jalur laut mampu mengurangi stress dari supir trailer barang tersebut.

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *