Saturday, 23 June 2018

Jusuf Kalla : Indonesia Bisa Terbebas dari Impor BBM

jakartapintar.com – “Indonesia bisa terbebas dari impor Bahan Bakar Minyak ( BBM )” ujar Jusuf Kalla di tengah-tengah peresmian pengoperasian Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit IV Cilacap pada hari Kamis (26/11/2015) kemarin. Menurutnya pemerintah akan mendukung penuh upaya-upaya agar kemandirian energi nasional bisa terwujud. Kemandiriran tersebut antara lain seperti peningkatan produksi BBM di dalam negeri untuk memenuhi permintaan bahan bakar masyarakat yang terus meningkat.

“Secara bertahap Indonesia harus dapat mengurangi impor BBM, meski terus bertambahnya kapasitas kilang sebagaimana telah dan akan dilaksanakan Pertamina ke depan, kami optimis bahwa Indonesia dapat terbebas sama sekali dari impor BBM,” jelas Kalla. RFCC mengolah feed Stock berupa Low Sulfur Waxy Residue atau LSWR sebanyak 62.000 barrel setiap hatinya (bph) yang dihasilkan oleh Crude Distillation Unit (CDU) II menjadi produk-produk yang memiliki nilai tinggi, seperti HOMC, peningkatan produksi elpiji, dan produk baru propylene. Proyek tersebut menghabiskan investasi sebesar 846,89 juta dollar AS dan dikerjakan oleh konsorsium Adhi-GS E&C.

RFCC ternyata mempunyai 21 unit equipment yang sudah beroperasi dan menghasilkan produk pertamanya pada 30 September 2015. RFCC juga memproduksi HOMC sebanyak 37.000 bph, 1.066 ton elpiji per hari , dan 430 ton per hari propylene. Produkuksi HOMC kemudian diproses lagi menjadi Premium dan produksi premium sebanyak 61.000 bph dari Kilang Cilacap. Setelah RFCC beroperasi secara penuh, produksi dari Kilang Cilacap menjadi 91.000 bph yang mengakibatkan impor bahan bakar bisa ditekan.

“Pertamina berjanji untuk terus melakukan upgrading dan pengembangan Kilang Cilacap dan kilang-kilang milik perusahaan lainnya” kata Dwi Soetjipto selaku Direktur Utama Pertamina. Menurutnya, semakin efisien kilang maka Pertamina juga akan semakin kompetitif pada persaingan penyediaan BBM di pasar terbuka. “Banyak dampak berganda yang dirasakan oleh masyarakat dari setiap proyek yang dilakukan oleh Pertamina” tambahnya. Contohnya adlaah, proyek RFCC Cilacap bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk sekitar 8.700 orang selama proyek dan 400 orang ketika beroperasi. “RFCC Cilacap juga memberikan kontribusi pajak untuk pemerintah dan percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar proyek, bahkan manfaat dapat menjangkau tidak kurang dari 16.000 orang selama proyek berlangsung,” jelas Dwi. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *