Monday, 20 August 2018

Penerimaan Pajak di Indonesia Tembus Rp. 1000 Triliun, Benarkah ?

jakartapintar.com – Di zaman serba modern ini, pembayaran pajak oleh tiap warga negara menjadi semakin mudah. Di Indonesia sendiri banyak sekali cara dan saluran yang bisa digunakan untuk membayar pajak. Hal ini ternyata memberi dampak positif bagi masyarakat Indonesia untuk aktif dan tepat waktu dalam membayar pajak.

Pertama kali dalam sejarah Indonesia, Penerimaan pajak mencapai Rp. 1000 triliun, hal itu dijelaskan oleh Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Keuangan Indonesia bahwa realisasi penerimaan pajak setiap 25 Desember 2015 menembus angka Rp. 1000 triliun untuk pertama kali atau selama setahun penuh diatas realisasi penerimaan pajak 2014.

“Ini merupakan pertama kalinya bagi Indonesia, penerimaan pajak mampu tembus Rp 1.000 triliun,” jelas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Minggu (27/12/2015). Menurut Bambang, realisasi penerimaan pajak bahkan telah melampaui penerimaan pajak pada tahun 2014, selama setahun penuh sebesar Rp 982 triliun.

Menteri Keuangan tersebut sangat berharap jika realisasi pajak akan terus bertambah dari tanggal 26 Desember sampai tanggal 31 Desember besok. Bank-bank milik BUMN juga sudah diperintahkan untuk terus membuka layanan pembayaran pajak hingga tanggal 31 Desember 2015 pukul 21.00 WIB.

Bambang juga percaya bahwa dalam jenjang waktu terebut realisasi penerimaan pajak masih akan terus bertambah jika terdapat usaha-usaha seperti revaluasi aset perusahaan BUMN, perusahaan properti, perbankan dan melakukan pendektan kepada 50 WP atau wajib pajak yang besar, pajak sektor non migas serta terealisasinya kebijakan penghapusan sanksi pajak atau reinventing policy.

“Penerimaan pajak sampai tanggal 25 Desember sebesar Rp 120 triliun melebihi pada bulan November yang mencapai Rp 104 triliun,” sambung Bambang. Kekurangan penerimaan pajak sebesar Rp 98 triliun tersebut bisa mencapai penerimaan hingga 85 persen atau sekitar Rp. 1098 triliun akan dipenuhi dari empat usaha tersebut.

Akibat hal tersebut, Sekretaris Panitia Kerja Komisi XI DPR memuji kinerja menteri keuangan Indonesia, khususnya Direktorat jenderal pajak. Menurutnya, disaat Indonesia tengah mengalami perekonomian yang rumit, capaian penerimaan pajak yang begitu besarnya harus diapresiasi. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *