Thursday, 26 April 2018

Bersyukurlah, Mereka Kubur Harapan Dalam-dalam Agar Bisa Rayakan Tahun Baru

jakartapintar.com – Yanto (38), bapak dengan keluarga sederhana ini telah pupus untuk berlibur saat perayaan Tahun Baru 2016 nanti. Rencana yang sudah Ia dan keluarganya rancang harus sirna bersama dengan kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal satu-satunya di RT 03 RW 12, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

“Tadinya kita mau jalan-jalan. Nanti anak-anak pakai baju baru,” kata Yanto Minggu (27/12/2015). Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur, pakaian yang tersisapun hanya yang mereka kenakan. Rumah yang awalnya merupakan hibah dari orangtua kini sudah menjadi abu, dan yang tersisa hanyalah tembok yang menghitam terbakar api, serta keramik basah akibat guyuran hujan.

“Karena sudah tertimpa musibah saya tidak bisa apa-apa lagi. Terima saja, nangis juga enggak bakal balik,” tambah pria dengan dua anak ini. Yanto berharap pemerintah mengulurkan tangannya untuk membantu membangun rumahnya kembali.

“Semoga ada sedikit bantuan dari pemerintah untuk membeli seng atau apa untuk bangun rumah lagi. Ya, soalnya saya dan keluarga sudah tidak punya harta apapun yang bisa dijual, semuanya sudah habis terbakar,” ujarnya.

Tidak hanya Yanto yang mengalami musibah kebakaran, korban lain yang juga mengalami hal yang sama adalah Siti Julaeha (24), akibat kejadian tersebut Siti juga mengurungkan niatnya untuk merayakan Tahun Baru 2016. Meski kini Siti sedang hamil sembilan bulan, sebelumnya Ia sangat antusias untuk berencana makan bersama-sama dengan keluarga. “Niatnya mau bakar ayam atau jagung, eh malah rumah yang terbakar,” jelas Siti.

Siti kemudian menambahkan bahwa semua baju bayi yang sudah Ia persiapkan serta beberapa perlengkapan bayi pemberian tetanggapun ikut terbakar dilahap si jago merah. “Padahal itu adalah stok dagangan buat sampai Tahun Baru nanti,” ucapnya. Siti juga mengaku bahwa Ia tidak memiliki tempat untuk berteduh selain di bangunan bekas kebakaran, tertutup terpal biru dan akhirnya sekarang Siti tidak sanggup lagi untuk bayar sewa kontrakan yang lumayan mahal.

“Saya tinggalnya ya di tenda saja. Sewa kontrakan mahal-mahal harganya bisa Rp 1,5 juta, suami saya tidak sanggup,” ucapnya. Kebakaran besar yang terjadi di Bukit Duri tersebut telah menghanguskan 80 rumah di RT 02 dan 03 RW 12, Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *