Monday, 20 August 2018

Anak Buah Kejaksaan Kembali Terseret Kasus Korupsi

jakartapintar.com – KOPAS atau Koalisi Pemuda Anti Suap meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusust dugaan keterlibatan Yulianto, Kepala Subdit Pidsus Kejaksaan Agung, dalam kasus korupsi Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa atau BPMD Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2011-2013 senilai Rp 8.4 Milyar.

Wawan menduga Yulianto melanggar Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan delik pemufakatan jahat dalam penanganan dugaan kasus korupsi BPMD Kabupaten Kepulauan Anambas. Karena hal itulah Wawan Muliawan selaku Koordiantor KOPAS melaporkan Yulianto ke KPK. “Dua perkara berikut sudah masuk kategori wajib ditangani oleh KPK adalah Subjek Hukum dan nilai kerugian Negara.” ujar Wawan

Dan lagi, menurut Wawan , Yulianto juga dapat dikenai pasal 21 dengan delik mengenai perbuatan menghalangi penyidikan, karena sudah bertindak tidak professional dalam penanganan kasus korupsi BPMD Kabupaten Kepulauan Anambas. Wawan menjelaskan keterlibatan Yulianto dalam kasus BPMD Kabupaten Kepulauan Anambas berawal saat adanya dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 8,4 milyar dari Rp 30Milyar Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun anggaran 2011-2013.

“modus awalnya adalah, Kepala BPMD Anambas menlakukan pencairan dana yang tidak ada dalam prosedur dan tidak adannya surat pertanggung jawaban sebagaimana layaknya.” Jelas Wawan. Lalu, terdengar kabar bahwa penanganan kasus korupsi BPMD Anambas juga melibatkan oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, sambung Wawan.

“setelah ini sudah menjadi tugas serta tanggungan KPK untuk membuktikannya. Dan kamu sudah melakukan hak dan kewajiban kamu dengan baik selaku warga Negara Indonesia, melaporkan adanya dugaan tindak pidana sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.” Tambah wawan.

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *