Saturday, 23 June 2018

Penasaran Siapa Saja Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Thamrin ?

jakartapintar.com – Tragedi maut di pos polisi dekat Gedung Sarinah tepatnya di JI MH Thamrin menyebabkan jatuhnya beberapa korban jiwa. Rizky Adhy selaku saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa ada keanehan dari salah satu tubuh korban yang tergeletak di sekitar pos polisi tersebut. “Asap terus-menerus keluar dari tubuh seorang pria berkolor biru,” kata Rizky menceritakan keanehan itu, ¬†Kamis (14/1/2015).

Menurut Rizky, ada 3 tubuh yang tergeletak di sekitar pos polisi Jl Thamrin, 3 korban tersebut diantaranya seorang berjaket merah, seorang dengan kemeja biru, satu orang lainnya nyaris telanjang dengan menyisakan balutan kolor biru dan sepatu, dan yang terakhir merupakan salah satu anggota polisi yang sebelum kejadian sedang berada di dalam pos.

Dari empat tubuh korban ditemukan suatu keanehan disalah satu tubuh pria yang mengenakan kolor biru. “Pas kita deketin, tubuhnya berasap lagi,” tambahnya. Tidak lama kemudian, terdengar ledakan bom kedua yang mengakibatkan Rizky dan orang-orang yang berkerumun di daerah pos polisi tersebut melarikan diri. Bom lainnya ternyata meledak di parkiran Gedung Cakrawala, tepatnya di gerai starbucks dan bioskop Djakarta Theatre.

Menurut data yang dikirim dari beberapa rumah sakit, salah satunya adalah RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta. Berikut merupakan daftar nama korban yang ditangani di RSPAD, pada Kamis (14/1/2016):

1. Budi Rachmat, 35 tahun, warga Green Depok City, Blok Anggrek 2
2. Aiptu Dadi Maryadi, 48 tahun, anggota Lantas Jakpus unit Menteng
3. Aiptu Budiono 43 tahun, anggota Polres Jakarta Pusat
4. Anggun Artikasari 24 tahun, warga Condet, Jaktim
5. Chairil Islamubin, 21 tahun, warga Grogol, Jaktim
6. Yohannes Antonius Maria, WN Belanda, alamat Jalan Bangka usia 48 tahun
7. Mr X, warga asing

Nama-nama diatas masih merupakan nama korban yang saat ini sudah berada di rumah sakit dan kabarnya polisi masih terus melakukan penyisiran TKP di daerah Jalan Thamrin. Akibat kasus pemboman ini seluruh gabungan Kopassus dan pasukan TNI diturunkan untuk mengamankan lokasi-lokasi terjadinya pemboman, tidak ketinggalan tim Gegana Indonesia pun ikut turun untuk menangani masalah ini.

Akan tetapi, warga Jakarta khususnya Jakarta Pusat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh teror-teror hoax yang tersebar di Media Masa mengenai kasus Pemboman ini. Selain itu, warga sekitar juga diminta untuk tidak berada di sekitar lokasi kejadian untuk menghindari adanya bom susulan. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *