Thursday, 20 September 2018

Taufik Ditantang Ahok Calonkan Diri Jadi Gubernur DKI

jakartapintar.com – Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur DKI Jakarta menantang pria kelahiran 03 Januari 1957 yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Taufik memang merupakan tokoh yang kontroversial karena banyaknya kasus perselisihan dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, Ahok. Setelah tantangan tersebut, mereka berdua secara tidak langsung bisa beradu strategi untuk mendapatkan hati warga Jakarta.

“Aku juga berharap dia nyalon gubernur Jakarta deh. Pengen banget lihat orang Jakarta pilih Taufik atau pilih Ahok (Basuki) gitu. Nyebelin juga lama-lama tuh orang,” ujar Basuki, Jumat (22/1/2016). Ahok juga membantah bahwa program ruang publik terpadu ramah anak atau RPTRA sebagai program pencitraan yang Ia buat agar menang dalam Pilkada mendatang.

Menurut Basuki, anggapan Taufik mengenai RPTRA sebagai kampanye tentang dirinya adalah salah karena sebenarnya Basuki sudah meminta untuk tidah hadir di peresmian RPTRA. Akan tetapi, para pengembang memaksanya untuk datang ke acara tersebut.

“Kalau dibilang RPTRA sebuah ajang pencitraan, maka semua program pencitraan dong? Taufik tuh maunya saya tidur siang enggak kerja supaya dia menang (Pilkada),” kata Basuki. “Lalu visi-misi gubernur bagaimana? Kan saya sudah bilang, mau nambah ruang terbuka hijau sama tempat berkumpul. Aduh si Taufik ini ketakutan kayaknya, takut kalah,” tambah Ahok.

Sebelum itu Taufik pernah mengatakan bahwa program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai salah satu bentuk kampanye calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang sebagai suatu bentuk pertahanan yang dimiliki oleh Ahok.

“Itu mah kampanye untuk Pilkada DKI 2017-2020. Mana tujuannya sebagai ruang sosialisasi warga, sama sekali belum terlihat tujuannya, malah dijadikan orang pacaran dan mesra-mesraan, apalagi belakangan ini banyak muncul teroris di permukiman,” kata Taufik. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *