Tuesday, 13 November 2018

31 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan Serentak di Lima Lokasi Berbeda

jakartapintar.com – Pada awal tahun 2016 ini Satgas 115 telah melakukan penenggelaman terhadap 31 kapal penangkap ikan secara ilegal di lima lokasi yang berbeda. Aksi penenggelaman ini merupakan, penenggelaman perdana ditahun ini. Kapal pencuri ikan tersebut diantaranya adalah 8 kapal Vietnam yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Kemudian sebanyak 10 kapal yang terdiri dari 6 kapal Filiphina dan 4 kapal Indonesia yang ditenggelamkan di kawasan Bitung, Sulawesi Utara.

Sepuluh kapal lain yang 7 diantaranya merupakan kapal Malaysia dan 3 kapal Vietnam telah ditenggelamkan di daerah Batam, Kepulauan Riau. Sisanya merupakan satu kapal Filiphina yang ditenggelamkan di daerah Tahuna, Sulawesi Utara, dan dua kapal yang masing-masing merupakan kapal Malaysia dan Belize ditenggelamkan di kawasan Belawan, Sumatera Utara.

Aksi penenggelaman kapal tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas 115, Susi Pudjiastuti melalui Live Streaming dari Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta. Kapal-kapal ilegal tersebut diledakkan secara bersamaan pada hari senin (22/2/2016) kemarin pada pukul 11.15 WIB, dan dimulai dari lokasi penenggelaman yang berada di Pontianak.

“Ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, tim di daerah maupun di pusat yang telah melakukan eksekusi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin kuat dan keras dalam meningkatkan ketegasan supaya laut Indonesia semakin aman,” jelas Susi.

Dari bulan Oktober 2014 silam sampai sekarang sudah sekitar 152 unit kapal pencuri ikan yang telah ditenggelamkan. Berdasarkan data, kapal yang paling banyak adalah kapal Vietnam yakni 50 unit, kemudian kapal Filiphina sebanyak 43 unit, kapal Thailand sebanyak 21 unit, Kapal Malaysia 20 unit, kapal Papua Nugini 2 unit, dan yang terakhir kapal Cina dan kapal Belize yang masing-masing adalah satu unit.

Selain kapal-kapal luar, juga terdapat 14 kapal yang merupakan kapal dengan bendera Indonesia yang telah ditenggelamkan. Penenggelaman kapal tersebut tidak semerta-merta dilakukan dengan seenaknya. Akan tetapi, terdapat undang-undang yang mengatur mengenai penangkapan ikan secara ilegal yaitu Pasal 76A Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Undang-undang tersebut berbunyi, Benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP.

(Nani Maryani)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *