Friday, 25 May 2018

Kedapatan Makan di Restoran, Lagi-lagi Gayus Diisolasi

jakartapintar.com – Wayan Dusak selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukun dan HAM 1 membenarkan bahwa terpidana Gayus Tambunan pergi makan di sebuah restoran di luar tahanan setelah dipinjam oleh Pengadilan Agama Jakarta Utara. Akibat dugaan pelanggaran tersebut Gayus Tambunan kembali diisolasi pada hari Senin (21/9/2015).

“Gayus sudah diisolasi sejak pagi tadi karena dia sudah ‘merusak’ teman-teman. Kan kalau tidak dipengaruhi, tidak ngajak (makan di restoran),” jelas Wayan saat dihubungi pada hari Senin kemarin.

Pengacara dari terpidana Gayus mengajak petugas lapas untuk pergi makan siang di luar setelah menjalani siding percaraian. Begitu mendengar kabar bahwa Gayus bebas dan makan diluar tahanan, Yassona Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM langsung memebrikan perintah supaya Gayus kembali diisolasi.

“Itu namanya menyalahgunakan kepercayaan yang kita berikan,” ujar Wayan. Ia pun juga menjanjikan bahwa Gayus akan diperiksa secepatnya mengenai masalah ini.

“Tim dari Ditjen Pemasyarakatan tengah memeriksa petugas lapas yang mengawal Gayus. Jika tim menemukan pelanggaran disiplin dalam pemeriksaan, maka petugas tersebut dipastikan akan mendapat sanksi.” Tambah Wayan.

Wayan juga mengatakan bahwa siapapun yang bersalah pasti akan mendapatkan sanksi tidak terkecuali dan tidak ada toleransi, baik itu sanksi yang bersifat berat, sedang bahkan ringan sekalipun. “Sanksi tersebut bisa berupa penundaan kenaikan pangkat atau sejenisnya” tambahnya lagi.

Wayan Sukerta, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat I sebelumnya juka pernah membenarkan bahwa Gayus Tambunan pernah keluar dari tahanan Lapas Sukamiskin. Menurut keterangan dari beliau, pihak lapas memberikan izin kepada Gayus untuk keluar dari tahanan pada tanggal 9 September 2015 untuk menghadiri sidang gugatan cerai yang dilakukan oleh istrinya di Pengadilan Agama Jakrta Utara.

Walaupun Gayus sudah mendapatkan izin akan tetapi hal tersebut juga tidak dibenarkan karena bisa menimbulkan dampak yang negative bagi aparat kepolisian dan juga masyarakat. Setidaknya aparat harus memberikan pengawalan yang ketat kepada terpidana Gayus Tambunan agar tidak bisa lagi berbuat seenaknya. (Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *