Tuesday, 23 October 2018

Kantong Plastik Berbayar, Efektifkah ?

jakartapintar.com – Mulai Minggu (21/2), program kantong plastic berbayar mulai diujicobakan di beberapa kota di Indonesia. Program ini digagas untuk mengurangi penggunakan tas plastic saat berbelanja. Sebenarnya, program seperti ini sudah dilakukan di beberapa negera lain sejak dulu. Bahkan di luar negeri, kantong plastic untuk wadah belanjaan saat belanja sudah digantikan dengan kantong kertas.

Yang melatarbelakangi program ini adalah meningkatnya jumlah sampah plastic setiap hari, apalagi bahan plastic sangat sullit diuraiakan. Bahkan dalam kurun waktu seratus tahun terkadang masih ada dan belum terurai. Untuk itu, bila laju penggunaan plastik tidak dikurangi, ini akan mengancam kelestarian lingkungan.
Di beberapa daerah program ini sudah berjalan diberlakukannnya untuk gerai pasar modern atau supermarket.

Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 mengenai Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Harga yang ditetapkan untuk satu kantong plastik adalah Rp 200,-.

Pemberlakuan kantong plastic berbayar ini menuai pro dan kontra. Di beberapa daerah sudah barlaku, namun ada juga yang menolak yaitu Surakarta. FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo, beralasan bahwa kantong plastic berbayar ini tidak efektif untuk menekan sampah palstik jika kantong plastic masih dijual dengan harga rendah ataupun tinggi. Ia menyarankan kalau lebih baik gerai supermarket dan pasar tradisional menjual tas berbahan kain atau berbahan lain yang ramah lingkungan, untuk mengantikan kantong plastic.

Menurut Uyus Setia Bakhti, Direktur Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Tangerang, program ini juga tidak efektif untuk mengurangi sampah plastic. Menurutnya hal ini justru akan menimbulkan bisnis pengusaha di bidang tersebut. Seharusnya pemerintah memberikan sosialisasi perubahan gaya hidup pada masyarakat.

“Daripada menimbulkan adanya bisnis dan justru memicu penambahan sampah plastic, lebih baik ubah pola masyarakat, bahwa sampah dapat dimanfaatkan, jangan anggap suatu yang menjijikan. Harus tahu sejak awal akan membeli plastk bahwa palstk itu akan dibuang dimana atau diapakan.” Ujar Uyus.

Sementara menurut Saikhul Irfan, pegiat social asal Purwakarta justru memandang dari sisi ekonomi, jika kantong dibandrol seharga Rp 200,- justru akan lari ke keuntungan Ritel yang menerapkan kantong plastic berbayar ini, dan merugikan konsumen. “seharusnya pemerintah sekalian mendenda toko yang menyediakan kantong plastic, shingga ada kesadaran antara konsumen dan toko.” Kata Saikhul.(linda)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

just ordinary girl who like Korean boyband ! haha VIP & Ikonics !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *