Tuesday, 13 November 2018

Ternyata Pelaku Mutilasi, Brigadir Petrus Raih Nilai Tertinggi Saat Tes Masuk Polisi

jakartapintar.com – Pelaku mutilasi dua anaknya sendiri, Brigadir Petrus Bakus kini sudah ditahan di Polres Melawi, Kalimantan Barat. Petrus kini diberi ancaman hukuman dengan hukuman pembunuhan berencana 340 KUHP.

Pembunuh dua anaknya sendiri Fabian (5) dan Amora (3) kini jejak perbuatan kejinya sedang diusut oleh tim investigasi Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Tim investigasi ini dipimpin Wadirkrimun Polda Kalbar yang akhirnya mampu menguak beberapa fakta mengenai Petrus, anak tunggal dan asli dari Melawi ini.

“Petrus masuk kepolisian pada tahun 2007,” jelas Brigjen Arief Sulistyanto, Kapolda Kalbar, Selasa (1/3/2016) kemarin. Menurut Arief, tidak ada kejanggalan apapun dalam diri Petrus. Semuanya normal, bahkan Ia mendapatkan nilai tertinggi ketika masuk tes polisi. “Di Melawi skor yang dia dapat adalah yang paling tinggi, karena itu dia masuk,” jelas Arief yang selama 22 bulan ini menjadi Kapolda Kalbar.

Setelah itu, Petrus kemudian menjalani pendidikan dasar kepolisian selama kurang lebih dua bulan. Petrus juga mengikuti tes masuk satuan Intel dan ternyata lulus, kemudian Ia menjalani pendidikan selama 4 bulan lamanya sehingga total pendidikan yang dijalani oleh Petrus selama 6 bulan lamanya.

“Pemeriksaan pada teman sekamarnya saat menjalani pendidikan dan rekan kerjanya katanya tidak pernah ada masalah apa-apa,” jelas dia. Setelah itu, Petrus akhirnya masuk ke Satuan Intelkam dan ditempatkan di Melawi. Arief mengatakan bahwa selama dinas, Petrus tidak pernah ditemukan mempunyai catatan yang buruk.

“Tidak pernah ada ditemukan pelanggaran padanya. Dia bekerja dengan baik,” katanya. Memang saat Pilkada tahun lalu, Petrus pernah menolak dan melapor ke Kapolres bahwa dirinya tidak bisa melakukan pengawalan terhadap calon bupati.

“Katanya ada masalah keluarga yang mesti diselesaikan,”tambahnya. Secara keseluruhan, proses tes masuk dan selama Petrus bekerja tidak pernah ada pelanggaran sehingga Arief menepis bahwa persoalan rekruitmen dan pembinaan tak cakap. Sejak tahun 2007, sudah ada tes kejiwaan pada proses rekruitmen. Dan pada pembinaan personel juga selalu ada evaluasi tiap satuan kerja setiap bulannya, dan juga tidak pernah muncul masalah. “Jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan rekruitmen dan pembinaan Polri,” tutup Arief.

(Nani Maryani)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *