Saturday, 23 June 2018

Inilah Profil Jurnalis yang Akan Menantang Ahok di Pilkada 2017

jakartapintar.com – Pemilihan cagub dan cawagub DKI 2017 semakin menarik. Bagaimana tidak? Berbagai pihak mulai berlomba menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada kelak. Salah satunya bagi pasangan Ahmad Taufik dan Mujtahid Hashem atau ATeMas yang mendeklarasikan maju menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah 2017.

Dikutip dari tempo.co pada Minggu (13/03/2016) saat deklarasi di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Ahmad Taufik mengungkapkan, “Saya seorang jurnalis dan dosen”. Pasangan ATeMas ini akan berhadapan dengan para calon gubernur lain, termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan kembali mencalonkan diri. Lantas seperti apakah latar belakang dari pasangan ini?

Profil Ahmad Taufik

Ahmad Taufik atau yang akrab disapa Ate ini berusia 50 tahun. Ia lahir di Jakarta dan besar di Jalan Kebon Pala, Tanah Abang. Ahmad Taufik selama ini memang dikenal sebagai seorang jurnalis. Selain itu, ia juga seorang dosen dan advokat.

Dari pengalaman di bidang hukum itulah yang membuatnya mendaftar menjadi calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketika mendaftar di KPK, salah satu pertanyaan yang dikemukakan panitia seleksi adalah independensi Ahmad Taufik yang istrinya tak lain adalah politisi PPP.

Di bidang jurnalistik, karirnya terbilang panjang. Ahmad Taufik aktif menulis sejak tahun 1985. Beberapa media yang pernah menjadi tempatnya bekerja diantaranya adalah Majalah Bulanan Generasi Muda Islam, Majalah Berita Islam Dua Mingguan KIBLAT dan tabloid Mingguan Eksponen (1986-1989).

Pada 1989 hingga 1994, ia juga tercatat pernah menjadi jurnalis Majalah Berita Mingguan TEMPO dan kembali aktif di TEMPO sejak September 1998 hingga saat ini. Tak hanya itu, Ahmad Taufik juga menjadi jurnalis Media Indonesia Edisi Minggu, sejak Desember 1994 sampai 16 Maret 1995.

Berbagai tulisannya yang hadir dalam bentuk buku yaitu Seks dan Gerakan Mahasiswa, Asia Against West, Asia-network, (Korea, 2003, dalam Bahasa Korea), Jalan Terjal Menegakkan Kebenaran, Menolak Kompromi Jadi Korban Politik (Pledoi Rahardi Ramelan), KR Communication (Jakarta, 2002, Kata Pengantar), I am a Journalist (Pledoi, Tempo, 2004), Memoar Orang Biasa, Ceritanet.Com, London.

Di bidang organisasi, Ahmad Taufik juga aktif sebagai Pendiri Forum Wartawan Independen (FOWI) Bandung, Ketua Presidium Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Pendiri dan Ketua Garda Kemerdekaan.

Profil Mujtahid Hashem

Mujtahid Hashem adalah pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 42 tahun lalu. Ia lulusan filsafat di Al-Musthafa International University, Iran. Juga alumnus teknik metalurgi Universitas Indonesia 1992. Mujtahid Hashem dikenal sebagai seorang aktivitis yang mulai terjun ke dunia politik. Namanya dikenal sebagai direktur eksekutif Voice of Palestine.

Pasangan ATeMas ini akan maju Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen. Mujtahid mengatakan mereka memilih independen karena ingin didukung warga. “Kami siap dicalonkan dari warga, tapi kami bukan antipartai,” tuturnya. Semboyan yang diusung oleh pasangan ini adalah “Kembalikan Jakarta kepada Rakyat” serta “Jakarta Bangkit Melawan!!”. Menurut Mujtahid, seorang gubernur harus menjadi ayah dari rakyatnya yang diibaratkan anak.

“Jika gubernur merasa warganya seperti anak-anaknya, tidak mungkin ada yang digusur,” kata Mujtahid yang seolah menyindir Ahok. Menurutnya, Ahok lebih memilih mementingkan para konglomerat dan kapitalis. “Hak-hak warga akan kami kembalikan,” ungkapnya. “Seperti memperjuangkan hak-hak tanah warga yang dirampas, Jakarta harus dibangun secara gotong-royong,” tambah Mujtahid.

Deklarasi yang digelar oleh pasangan ini berjalan sangat sederhana. Diadakan di lapangan bulu tangkis dan cukup dipasangi tenda serta panggung kecil, mereka mengaku siap memberikan yang terbaik bagi Jakarta. Dalam acara deklarasai tersebut warga yang berkumpul didominasi anak-anak dan anak muda. Turut hadir juga ibu-ibu dan bapak-bapak.

“Saya senang jika banyak orang yang menyatakan maju sebagai calon,” kata Muhammad Yamin, warga yang sekaligus berposisi sebagai Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi dan Advokasi Warga Petamburan. Menurut dia, Indonesia tengah krisis kepemimpinan.

 

(Ratih Pratisti)

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *