Tuesday, 13 November 2018

Profil Heru Budi Hartono, Calon Wakil Ahok di Pilkada 2017 Kelak

jakartapintar.com – Meski menyatakan diri siap mengikuti Pilkada 2017 mendatang, namun Ahok tetap berhati-hati dalam menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya kelak. Diantara 67 ribu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hanya ada satu sosok yang dinilai sesuai dengan Ahok dan keduanya akan maju lewat jalur independen. Ia adalah Heru Budi Hartono. Heru resmi dinyatakan sebagai wakil Ahok dalam Pilkada DKI 2017 kelak. Siapakah sebenarnya sosok Heru?

Heru Budi Hartono adalah pria kelahiran Medan, 13 Desember 1965. Sekitar 26 tahun yang lalu ia menjadi staf bagian penyusunan program Kota Jakarta Utara. Peraih gelar Master Universitas Krisna Dwipayana itu juga sempat dipromosikan sebagai Kepala Subbagian Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Utara dan Kepala Bagian Umum Jakarta Utara.

Pada tahun 2010 saat Heru menjabat Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Jakarta Utara, kegalauan sempat melandanya dengan begitu banyak tugas berat yang ia hadapi. Salah satunya adalah penertiban permukiman kumuh di pinggiran Kali Angke dan Kali Adem. Munculnya tawaran bekerja di perusahaan swasta dengan gaji 45 juta rupiah per bulan membuatnya berfikir untuk pensiun dini.

Perubahan karirnya mulai terlihat pada tahun 2012. Pada saat itu Gubernur DKI Jakarta, yang saat itu dijabat Joko Widodo, mempromosikannya sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri. Heru banyak mengurusi keperluan Jokowi ‘blusukan’. Ia kembali dipromosikan menjadi Wali Kota Jakarta Utara. Tak sampai setahun, saat kursi gubernur beralih ke Ahok, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Jabatan yang diembannya tidaklah ringan. Ia bertanggung jawab memandu penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta, yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp 66,3 triliun. Aset pemerintah provinsi DKI Jakarta lebih dari 400 triliun juga berada di bawah kendalinya. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut, total kekayaannya mencapai Rp 7,3 miliar dan US$ 18.670.

Pada Selasa (08/03/2016), Heru memantapkan hati menerima pernyataan Ahok yang menjadikan dirinya sebagai wakil gubernur pada Pilkada DKI 2017. Meski demikian, Heru mengaku tak pernah sekalipun ia meminta dukungan agar dapat mendampingi Ahok, terlebih membantu pendanaan Teman Ahok. Saat ditemui pada Selasa, 8 Maret 2016, Heru menyatakan siap menerima pinangan Ahok.

Meski demikian, Heru Budi Hartono mengaku tak pernah bergerilya mencari dukungan agar bisa menemani Ahok, apalagi membantu pendanaan Teman Ahok. Heru menuturkan bahwa dirinya ikhlas jika suatu saat Ahok memutuskan maju dari jalur partai dan mengalihkan pilihannya kepada kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang kini menemaninya memimpin Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. “Yang penting saya sudah kliping koran buat anak cucu. Saya ikhlas,” ujarnya.

 

(Ratih Pratisti)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *