Tuesday, 23 October 2018

Profil Yusril Ihza Mahendra, Pakar Hukum Indonesia

jakartapintar.com – Yusril Ihza Mahendra telah lama dikenal sebagai pakar hukum tata negara Indonesia. Ia adalah sosok yang sejak dulu telah aktif di dunia pendidikan dan organisasi. Hal itulah yang kemudian membuat karirnya di bidang politik melejit. Namanya banyak dikenal ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang pada tahun 1998 hingga 2005.

Yusril Ihza Mahendra lahir di Lalang, Manggar, Belitung Timur pada 5 Februari 1956. Yusril adalah putra pasangan Idris dan Nursiha. Ibunya berasal dari Bangkinang yang kemudian menetap di Belitung. Sesuai adat Minangkabau, Yusril pun di kemudian hari mendapat gelar sako (pusaka) sukunya, yaitu Datuk Maharajo Palinduang. Ia adalah lulusan ilmu filsafat fakultas sastra dan juga Hukum Tata Negara di Universitas Indonesia (UI).

Selesai menempuh pendidikan di UI, ia pun melanjutkan S2 di India, tepatnya di University of the Punjab untuk mengambil gelar master dan kemudian melanjutkan lagi S3 mengambil spesialisasi Perbandingan Politik Masyarakat-Masyarakat Muslim di University Sains Malaysia dengan bidang University Sains Malaysia dan berhasil mendapat gelar Doctor of Philosophy dalam Ilmu Politik.

Di bidang pendidikan, Yusril dikenal sebagai seorang pengajar di beberapa universitas, seperti staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), staf pengajar di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Departemen Kehakiman pada tahun 1983, staf pengajar di Program Pascasarjana UI dan juga Fakultas Hukum UI. Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di UI dan mengajar Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum dan Filsafat Hukum pada program pascasarjana.

Keaktifan Yusril dalam berorganisasi memang telah tampak sejak SMP, yaitu dengan menjadi Ketua OSIS, begitu juga saat dia SMA selain di KAPPI tingkat Rayon. Saat kuliah di UI Yusril terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UI dan bergabung ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) ketika kuliah. Yusril juga pernah menjadi anggota organisasi yang berafiliasi kepada Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang bernama Pemuda Muslimin. Selain itu, ia pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Yusril ikut dalam kepanitiaan Konferensi internasional seperti Sidang AALCO, Konferensi Internasional tentang Tsunami dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Tidak hanya aktif dalam organisasi dalam negeri, Yusril Ihza Mahendra juga aktif di organisasi Internasional seperti di Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pasific bermarkas di Kuala Lumpur dan diketuai oleh Tuanku Abdul Rahman Putra Al-Haj (Mantan Perdana Menteri Malaysia). Bahkan Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat sebagai Vice President dan President Asian-African Legal Consultative Organization yang bermarkas di New Delhi.

Keaktifan sosok Yusril Ihza Mahendra dalam berorganisasi memang luar biasa. Ia juga menjadi anggota dan Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam berbagai perundingan internasional termasuk sidang ASEAN, Organisasi Konferensi Islam dan APEC, termasuk menjadi wakil Indonesia untuk berbicara dan berpidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Hak Asasi Manusia PBB (United Nations) di Jenewa.  Lebih dari itu, ia ikut menyusun Konvensi PBB serta menandatanganinya atas nama Pemerintah Republik Indonesia seperti UN Convention on Transnational Organized Crime di Palermo, Italia, dan UN Convention Against Corruption di Markas PBB New York.

Saat Pemilihan Presiden di arena Sidang Umum MPR RI Oktober pada tahun 1999, Yusril yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mendapatkan 232 suara, Abdurrahman Wahid yang saat itu menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 185 suara dan Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati meraih 305 suara. Atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril (PBB), akhirnya Yusril sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Selanjutnya, Poros Tengah memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur.

Di bidang pemerintahan, Yusril Ihza Mahendra pernah menjabat menteri di 3 kabinet, dalam Kabinet Pemerintahan Indonesia 21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007 dengan Presiden Abdurrahman Wahid dipercaya menempati posisi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Yusril menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong 23 Oktober 1999 – 7 Februari 2001.  Kemudian pada masa Kabinet Indonesia Bersatu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  9 Agustus 2001 – 21 Oktober 2004 menjadi Menteri Sekretaris Negara  hingga akhirnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Yusril Ihza Mahendra digantikan Hatta Rajasa. Kini nama Yusril kembali mencuat dengan adanya Pilkada DKI pada 2017 mendatang.

Berikut biografi singkat Yusril Ihza Mahendra:

Nama Lengkap : Yusril Ihza Mahendra
Agama : Islam
Tempat Lahir : Lalang, Manggar, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia
Tanggal Lahir : 5 Februari 1956

Riwayat Pendidikan
  • Filsafat Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1982
  • Hukum Tata Negara, Universitas Indonesia pada tahun 1983
  • Social Science (Master), University of the Punjab pada tahun 1984
  • Politic Science (Doctor), University Sains Malaysia pada tahun 1993
Riwayat Pekerjaan
  • Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, 26 Agustus 2000 – 7 Februari 2001
  • Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong, Agustus 2001 – 2004
  • Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu, 20 Oktober 2004 – 2007
  • Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Depkeh (1983), serta Program Pascasarjana UI dan UMJ

 

(Ratih Pratisti)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *