Tuesday, 13 November 2018

Profil Deddy Mizwar, Dari Peraih Prestasi Terbanyak di Industri Entertainment Hingga Berpolitik

jakartapintar.com – Siapa yang tak kenal dengan Deddy Mizwar? Aktor dibalik tokoh Naga Bonar ini begitu populer di masyarakat. Tak hanya sukses memerankan Naga Bonar, Deddy Mizwar juga menjadi sosok yang ditunggu kehadirannya saat bulan Ramadhan sebagai tokoh Bang Jack dalam sinetron Para Pencari Tuhan.

Lahir dari pasangan H. Adrian Andres (Belanda – Betawi) dan Sun’ah (Bugis – Betawi), Deddy Mizwar adalah putra ke-4 dari 7 bersaudara. Orang tua Deddy menikah pada tahun 1948. Namun anak pertama dari pasangan ini meninggal dunia karena terlahir prematur sehingga lahirnya Deddy Mizwar sangat dinantikan sang bunda setelah sekian lama merindukan seorang anak laki laki dari rahimnya.

Ibunda Deddy Mizwar sudah merasakan bakat akting anak kesayangannya ini sejak kecil. Kepiawaian Deddy dalam seni peran ini tak lain adalah sifat menurun dari ibundanya, Ny. Sun’ah, yang pernah memimpin sanggar seni Betawi. Sebelum terjun dalam dunia entertainment, Deddy pernah menjadi pegawai negeri pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta, namun hal itu hanya bertahan hingga 2 tahun karena Deddy merasa dunia seni peran lebih cocok untuknya.

Setelah lama menekuni dunia peran, karir Deddy pun semakin cemerlang. Hal ini terbukti dari peran perdananya dalam Cinta Abadi pada 1976 yang disutradarai Wahyu Sihombing, dosennya di LPKJ. Dengan bakat aktingnya, Deddy langsung mendapat peran utama hingga meraih gelar Aktor Terbaik FFI dalam Naga Bonar pada 1987 dan Pemeran Pembantu Terbaik FFI dalam Kuberikan Segalanya di tahun yang sama. Tak berhenti sampai situ, berbagai penghargaan pun diraih suami dari Giselawati ini.

Sukses di dunia peran, Deddy pun mengembangkan sayap karirnya dengan mendirikan production house PT Demi Gisela Citra Sinema pada tahun 1996. Berbagai rintangan yang ia hadapi membuat Deddy mulai merenung dan berpikir untuk menjadikan semuanya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Semenjak itulah Deddy Mizwar memulai karirnya dengan lebih religi. Terbukti dari semua karya-karyanya yang tak lepas dari dakwah penyebaran Islam hingga kini.

Deddy percaya bahwa film dapat menjadi salah satu media efektif untuk mempengaruhi pola pikir banyak orang. Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, menurut Deddy, dibutuhkan sistem perfilman nasional yang baik sehingga makin mendorong lembaga-lembaga perfilman untuk membuat sebuah karya film yang bermutu.

Setelah sukses di dunia entertainment, Deddy kembali mengembangkan sayapnya di bidang politik. Pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013, ia maju bersama Aher dengan posisi Deddy sebagai wakil gubernur.

Riwayat Pekerjaan

  • Aktor
  • Sutradara
  • Produser
  • Pendiri production house PT Demi Gisela Citra Sinema

Penghargaan

  • Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Arie Hanggara (1986)
  • Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Opera Jakarta (1986)
  • Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar (1987)
  • Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Kuberikan Segalanya (1987)
  • Pemeran Pembantu Pria Piala Terbaik Piala Vidia FSI dalam Vonis Kepagian (1996)
  • Pemeran Pria Terbaik dan Sutradara Terbaik sekaligus Sinetron Terbaik FSI dalam Mat Angin (1999)
  • Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar Jadi 2 (2007)
  • Nominasi FFI (12 kali)
  • Bukan Impian Semusim FFI 1982
  • Sunan Kalijaga FFI 1984
  • Saat-saat Kau Berbaring Di dadaku FFI 1985
  • Kerikil-kerikil Tajam FFI 1985
  • Kejarlah Daku Kau Kutangkap FFI 1986
  • Ayahku FFI 1988
  • Putihnya Duka Kelabunya Bahagia FFI 1989
  • Dua Dari Tiga Lelaki FFI 1990
  • Jangan Renggut Cintaku FFI 1990

 

(Ratih Pratisti)

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

Editor, writer, traveller. Always search the answer of something that intriguing and write it down to article or another media that give knowledge to others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *