Thursday, 20 September 2018

Inilah Suasana Nyaman Kampung Inisiatif Jokowi

jakartapintar.com – Kampung Deret Petogogan merupakan kampung ciptaan Jokowi. Kampung ini terletak di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pentogogan sendiri merupakan salah satu kampung tersukses karena semua rumah warga dipermak hingga sedemikian rupa. Maka dari itu, hampir seluruh rumah warga memiliki bentuk dan warna yang sama.

Kampung deret ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2014 lalu, dan telah dibangun sejak 2013. Lokasi Kampung Deret ini tidak jauh dari jalan raya dan Terminal Blok M. Listrik yang didapat oleh wargapun berasal dari PLN berupa meteran. Sedangkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari dipasok oleh Palyja.

Warga kampung tersebut diberikan uang sebesar Rp 54 juta, uang tersebut kemudian dikelola oleh masing-masing RT untuk pembangunan rumahnya. Selain uang, warga juga mendapatkan sertifikat Hak Guna Bangun atau HGB.

Kampung deret ini mayoritas berwarna oranye dan merah. Dari luar, rumah-rumah tersebut terlihat rapi dan memiliki dua lantai tipe 21. Dikompleks tersebut bahkan terdapat lapangan dan mainan serta tanaman-tanaman hijau di depan rumah. Kampung Deret Petogogan dihuni oleh kurang lebih 150 KK dan yang menempati kampung tersebut keseluruhan warga yang lahir di Jakarta.

Setelah kampung ini dibangun, taraf hidup penduduk terlihat cukup sejahtera. Ada yang rumahnya dipasangi pendingin ruangan, TV kabel berlangganan, dan kulkas. Akan tetapi, untuk jemuran, warga masih kesulitan sehingga mereka menjemurnya didepan rumah. Untuk motor dan kendaraan lainnya diparkirkan didepan rumah.

Bagian dalam rumah, juga tidak kalah menarik dengan bagian luar rumah. Lantai disetiap rumah juga sudah berkeramik tetapi belum diplester. Lantai atas diisi dengan tiga kamar tidur. Sedangkan lantai bawah diisi dengan ruang keluarga, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Salah satu penghuni kampung, Murni (28) merasa kerasan tinggal disini. Menurut Murni, terlihat banyak perbedaan setelah kampung ini ‘disulap’ oleh Jokowi. “Saya baru 2 tahun ngerasain gimana rasanya pakai keramik dan rumah nggak bocor juga nggak becek. Kalau dulu air masuk sampe bau dan bikin pusing,” kata Murni.

(Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *