Thursday, 20 September 2018

Usulan Penambahan 1.800 Desa Baru Ditolak Oleh Mendagri

jakartapintar.com – Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri atau Mendagri menanggapi usulan penambahan sekitar 1.800 desa baru atau pemekaran. Akan tetapi, usulan tersebut ditolak karena beberapa pertimbangan penting seperti ketersediaan fiskal dan urgensi saat pemekaran.

“Saya mohon maaf apabila ada usulan bupati atau wali kota daerah yang sudah disetujui gubernur, tetapi menjadi terhambat di kementerian kami, yaitu mengenai penambahan kecamatan,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Menurut Tjahjo, akibat keputusan tersebut, ada beberapa pejabat daerah yang melakukan protes akibat usulannya tidak diterima. “Itu bahkan ada yang protes, sudah tiga bulan (diajukan) kok enggak keluar-keluar. Pemekaran desa ini harus kita perhatikan secara hati-hati. Apakah karena ada anggaran desanya, atau apakah karena desa itu memang perlu dimekarkan,” tambah Tjahjo.

Saat ditemui disela-sela Musrenbangnas 2017, Mardiasmo selaku Wakil Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pihak Kementrian Keuangan telah meminta Tjahjo Kumolo untuk melakukan moratorium terhadap usulan pemekaran desa.

“Kami sudah sampaikan hal tersebut ke Mendagri. ‘Pak kalau desa tidak dimoratorium, satu desa itu anggarannya sudah di atas Rp 1 miliar. Itu baru desanya saja. Makanya kita moratorium karena ketersediaan fiskalnya terbatas,” jelas Mardiasmo.

Mardiasmo sendiri telah menekankan kepada pejabat di masing-masing daerah untuk mengoptimalkan dana desa yang ada, bukannya mengusulkan tambahan desa yang baru. “Kita optimalkan peran camat sebagai pengawas (anggaran dana desa),” tutup Mardiasmo.

Meskipun anggaran dana desa terbilang cukup banyak, akan tetapi lebih baik jika digunakan untuk mengembangkan serta mengoptimalkan fasilitas sera kegiatan di desa masing-masing agar dana yang digelontorkan tidak keluar sia-sia.

(Nani Maryani)

Comments

comments

Seorang Mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Writing is Everything.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *